BANDUNGASIA.COM : Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memaparkan data menggembirakan terkait penurunan angka kemiskinan di Kota Bandung yang kini menyentuh angka 3,78 persen atau sekitar 99 ribu orang pada semester pertama 2025. Meski turun, Farhan mengingatkan warga agar tetap waspada karena garis kemiskinan atau standar pendapatan minimum justru terus mengalami peningkatan.
“Untuk masuk kategori miskin saja, Anda harus punya pendapatan minimal Rp644.000 per bulan. Artinya, per hari daya beli kita itu maksimum Rp35.000,” jelas Farhan dalam seminar kewirausahaan di Graha Sanusi Unpad, Sabtu (24/1/2026).
Farhan menilai pemahaman pengelolaan keuangan menjadi sangat relevan saat ini, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal atau sebagai gig worker. Tanpa literasi keuangan, penurunan angka kemiskinan secara makro tidak akan berdampak pada kebebasan finansial individu secara permanen.
“Kebebasan finansial tidak didapatkan dengan cara yang bebas. Kebebasan finansial harus diawali dengan modal bahwa kita harus memiliki literasi finansial. Tanpa literasi finansial maka semua itu tidak akan berguna,” tegasnya di hadapan jajaran pimpinan Universitas Padjadjaran dan para tamu undangan.
Ia mendorong para profesional dan aparatur sipil negara untuk mulai memikirkan langkah kewirausahaan sejak dini. Hal ini bertujuan agar saat memasuki masa pensiun atau akhir masa produktif, masyarakat sudah memiliki instrumen ekonomi yang siap menopang kebutuhan hidup sehari-hari.
“Yang sekarang sedang asyik menjadi profesional harus mempersiapkan ketika saatnya selesai nanti ada bentuk kewirausahaan atau memilih produk dan instrumen investasi finansial yang pas,” ujarnya mengingatkan pentingnya persiapan masa purna tugas.
Pemerintah Kota Bandung berencana menjadikan masukan dari seminar ini sebagai bahan kajian kebijakan, terutama dalam memberikan edukasi finansial kepada ASN dan masyarakat umum. Farhan optimis, dengan literasi yang baik, kelas menengah Bandung akan menjadi pilar ekonomi yang jauh lebih kuat.
“Kelas menengah ini harus kuat secara finansial. Dan kunci kekuatan finansial dari kelas menengah adalah kebebasan finansial,” pungkas Farhan. (ami)