Dua Insiden Tenggelam di Laut & Sungai Jabar: 1 Meninggal di Sumedang, 1 Hilang di Cianjur

BANDUNG, bandungasia.com – Tim SAR Gabungan menyelesaikan rangkaian operasi pencarian terhadap dua insiden warga tenggelam yang terjadi di Sungai Cimanuk, Kabupaten Sumedang, serta perairan Cidamar, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Korban ditemukan sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, saat menjelaskan penemuan korban di Sumedang, Rabu (28/10/2026).

Dalam insiden di Sumedang, korban bernama Enah (78), warga Dusun Kirarambay, Desa Cipeles, Kecamatan Tomo, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kedua pukul 10.30 WIB oleh tim gabungan yang dikerahkan dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

“Operasi SAR telah dilaksanakan selama tujuh hari dengan melibatkan Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur. Berbagai upaya pencarian telah dilakukan, baik melalui penyisiran di perairan maupun pencarian di sepanjang garis pantai,” ungkap Ade Dian Permana terkait pelaksanaan pencarian di perairan Cidamar, Cianjur.

Sementara itu, untuk insiden di Cianjur, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung secara resmi mengusulkan penutupan operasi terhadap korban Sandi M. bin Nurodin (24) yang diduga jatuh dari perahu di Perairan Cidamar, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, setelah pencarian hingga hari ketujuh, Selasa (27/10/2026), belum membuahkan hasil.

“Pada hari ketujuh ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan membagi personel ke dalam dua SRU. SRU pertama melakukan penyisiran di laut dari Pantai Jayanti menuju Pantai Sindangbarang sejauh 15 mil laut, sedangkan SRU kedua melakukan penyisiran darat dari Pantai Tambak Piring hingga Pantai Apra sejauh 12 kilometer,” jelas Ade Dian Permana.

Selama proses operasi di perairan Cidamar Cianjur, Tim SAR Gabungan menghadapi tantangan cuaca buruk berupa hujan sedang, kecepatan angin 6–10 knot dari arah tenggara, serta gelombang laut tinggi yang mencapai 2,1 meter dengan kecepatan arus 0,7 hingga 0,8 knot.

“Setelah seluruh upaya pencarian pada hari ketujuh dilaksanakan dan korban belum ditemukan, pada pukul 16.30 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan penutupan operasi, dilanjutkan dengan debriefing dan evaluasi sesuai SOP pelaksanaan pencarian selama tujuh hari,” pungkas Ade Dian Permana.

Meskipun operasi SAR di Cianjur telah resmi ditutup sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), seluruh unsur penanganan bencana di Jawa Barat tetap mengimbau masyarakat dan nelayan untuk selalu memperhatikan keselamatan serta kondisi cuaca saat beraktivitas di perairan. (buy)