BANDUNGASIA.com : Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperkuat perannya sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi layanan keimigrasian yang modern dan transparan. Langkah ini diambil untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif dalam menarik arus Penanaman Modal Asing (PMA) di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Layanan imigrasi hari ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam mendukung iklim investasi. Kemudahan, kecepatan, dan kepastian hukum adalah hal yang sangat diperhatikan oleh investor asing,” ujar Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid, dalam keterangannya diterima redaksi, Senin (13/4/2026).
Menurut Rasyid, reformasi birokrasi melalui digitalisasi menjadi ujung tombak Kemenimipas, dengan menghadirkan layanan seperti e-visa dan perpanjangan izin tinggal secara daring.
Inovasi ini jelas Rasyid, berhasil memangkas waktu proses layanan dari hitungan hari menjadi hanya beberapa jam, memberikan kepastian waktu yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku bisnis internasional.
“Kami terus melakukan reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan serta penyederhanaan prosedur untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata global,” jelasnya.
Dikatakannya, keberhasilan transformasi ini tercermin dalam kesuksesan program Golden Visa yang telah menjaring lebih dari 1.000 investor dengan komitmen investasi mencapai Rp48 triliun.
Capaian ini tambah Rasyid, mendukung realisasi investasi nasional tahun 2025 yang menembus angka Rp1.400 triliun, terutama pada sektor industri pengolahan, pertambangan, dan jasa yang sangat bergantung pada mobilitas tenaga kerja asing.
“Kemudahan dalam pengurusan visa dan kebijakan inovatif seperti Golden Visa menjadi faktor penting dalam memberikan kenyamanan bagi investor untuk menanamkan modalnya di tanah air,” tambah Rasyid.
Meski memberikan berbagai kemudahan, Kemenimipas tetap menegaskan komitmennya terhadap prinsip Selective Policy. Pemerintah hanya memberikan akses masuk bagi investor berkualitas yang mampu memberikan dampak positif nyata bagi perekonomian nasional tanpa mengabaikan aspek keamanan.
“Kita membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang membawa manfaat nyata, tetapi tetap menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Ini adalah keseimbangan yang harus dijaga,” tegasnya.
Ke depan, Kemenimipas akan terus bersinergi dengan kementerian terkait untuk menciptakan ekosistem investasi yang terintegrasi.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman, menjanjikan, dan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
” Kami ingin memastikan setiap investor yang datang merasakan kemudahan dan kepastian. Dengan begitu, Indonesia akan semakin dipercaya sebagai tujuan investasi utama,” pungkas Rasyid. (bda)