BANDUNGASIA.COM | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan akan terus lakukan 3T (tracing, tracking, treatment) sebagai upaya mengendalikan pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menjelaskan, sesuai standar WHO, jika jumlah penduduk Kota Bandung sebanyak 2,5 juta jiwa maka membutuhkan pengujian terhadap 2.500 orang setiap minggunya.
Hal ini juga tidak terlepas dari kinerja Laboratorium BSL2 plus milik Kota Bandung. Sehingga pengecekan, pengolahan sediaan hasil pelacakan ini dapat berjalan sedemikian cepat.
Ahyani mengungkapkan, menurut data pihaknya, pelacakan epidemiologi di Kota Bandung masih berkisar di atas standar dan tidak pernah terjadi penurunan yang drastis di setiap harinya.
“Data satu minggu terakhir, Pemkot Bandung sudah dapat mengendalikan dan menahan laju penyebaran Covid-19. Hal itu ditandai dengan semakin meningkatkan angka kesembuhan di Kota Bandung,” kata Ahyani, Rabu (10/3/2021).
Selain itu, tingkat keterisian rumah sakit semakin menurun dan selalu terjaga di bawah 60 persen. Sedangkan keterisian isolasi terpusat sudah di bawah 70 persen.©