Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan Jabar, Gunung Ditutup Sementara untuk Pendakian

BANDUNGASIA.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan seluruh pengelola kawasan pegunungan di wilayahnya untuk menutup sementara aktivitas pendakian demi mencegah ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau.

“Pendakian gunung untuk sementara ditutup dulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api,” tegas KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi dikutip dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Langkah tegas tersebut diambil karena potensi nyala api maupun buangan puntung rokok dari para pendaki dinilai sangat rawan memicu timbulnya kebakaran di area vegetasi yang kering.

“Potensi kebakaran sangat tinggi di musim kemarau ini, sehingga kewaspadaan dan pengawasan di kawasan rawan harus ditingkatkan,” ujar Dedi terkait ancaman bahaya di area pegunungan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga 31 Agustus 2026, total area lahan dan hutan yang terbakar telah mencapai 228,07 hektare dari 156 kejadian bencana kebakaran.

“Kebakaran tersebut tercatat tersebar di 178 desa dan kelurahan yang berada pada 107 kecamatan di Jawa Barat,” jelas data resmi BPBD Jabar.

Kejadian kebakaran terbanyak saat ini melanda Kabupaten Sumedang dengan 21 kejadian, diikuti Kabupaten Majalengka 17 kejadian, dan Kabupaten Bandung 16 kejadian.

“Sementara dari segi kerusakan area, kebakaran terluas tercatat terjadi di Kabupaten Sukabumi mencapai 49,20 hektare, Majalengka 26,16 hektare, dan Bandung 24,80 hektare,” pukas data BPBD. (arh)