Neraca Perdagangan Jawa Barat Januari Juli 2026 Surplus USD 16,63 Miliar

BANDUNGASIA.com, BANDUNG : Neraca perdagangan Jawa Barat mencatatkan kinerja positif dengan mencetak surplus sebesar USD 16,63 miliar pada periode Januari hingga Juli 2026.

“Kinerja ekspor sektoral Januari-Juli 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan di semua sektor kecuali sektor pertambangan. Sektor Migas naik 16,85 persen; Sektor Pertanian naik 18,51 persen dan sektor Industri Pengolahan naik 6,29 persen sedangkan Sektor Pertambangan turun 3,31 persen,” kata Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, dikutip dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Surplus neraca perdagangan tersebut ditopang oleh total nilai ekspor yang mencapai USD 23,58 miliar atau naik 6,43 persen, sedangkan total nilai impor berada pada angka USD 6,95 miliar.

“Peningkatan ekspor nonmigas tercatat sebesar USD 23,40 miliar atau naik 6,35 persen, serta ekspor migas mencapai USD 178,27 juta yang mengalami kenaikan 16,85 persen,” terang Margaretha.

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar senilai USD 3,98 miliar, disusul Filipina USD 2,07 miliar, dan Jepang USD 1,69 miliar dengan kontribusi gabungan ketiganya sebesar 33,09 persen.

“Komoditas dengan peningkatan ekspor nonmigas terbesar adalah Mesin dan Peralatan Mekanis senilai USD 418,86 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada Golongan Karet dan Barang dari Karet sebesar USD 114,86 juta,” paparnya.

Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat justru mengalami penurunan sebesar 1,45 persen, dengan Tiongkok sebagai negara pemasok barang impor nonmigas terbesar mencapai USD 2,78 miliar atau 42,14 persen dari total impor.

“Impor menurut golongan penggunaan barang menunjukkan barang konsumsi naik 5,73 persen, sementara bahan baku atau penolong serta barang modal masing-masing turun 1,04 persen dan 9,84 persen,” pukas Margaretha. (dja)