Monitoring Pilkades Bekasi, Syahrir: Kades Terpilih jangan Euforia

Pemimpin terpilih wajib menjaga integritas, merealisasikan janji politik, serta berkomitmen penuh menjauhi praktik korupsi maupun pelanggaran hukum lainnya.

BANDUNGASIA.com, BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Dapil IX Kabupaten Bekasi), H. Syahrir, SE, M.I.Pol, memastikan secara keseluruhan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi Tahun 2026 berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa ada gangguan yang mencederai keabsahan pesta demokrasi tingkat desa.

“Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, seluruh tahapan secara umum berlangsung sangat lancar. Tidak ada potensi kerawanan maupun insiden yang merusak nilai-nilai demokrasi dalam pelaksanaan Pilkades ini,” ujar Syahrir disela-sela melaksanakan monitoring proses pemungutan suara di sejumlah TPS Digital di beberapa kecamatan, Ahad (20/9/2026).

Syahrir menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam Pilkades mempercepat efisiensi rekapitulasi suara, sehingga perolehan suara masing-masing calon kepala desa (Cakades) sudah dapat teridentifikasi secara transparan sejak siang hari.

“Penerapan sistem digital ini memangkas durasi serta kompleksitas birokrasi penghitungan manual. Prosesnya jauh lebih cepat, akurat, dan transparan, sehingga dapat meminimalisasi celah spekulasi maupun potensi manipulasi perolehan suara,” tegas Syahrir.

Anggota Komisi I DPRD Jabar ini mengingatkan bahwa transformasi teknologi pada TPS Digital harus diimbangi dengan literasi publik yang masif agar integritas sistem yang dibangun dapat diterima dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat.

“Transparansi berbasis teknologi harus berjalan seiring dengan pemahaman publik. Ketika masyarakat dan para calon kepala desa memahami mekanisme kerja sistem secara utuh, kepercayaan terhadap legitimasi kades terpilih akan makin kuat dan menutup ruang bagi perselisihan yang tidak berdasar,” jelas Syahrir.

Politisi senior Partai Gerindra ini melayangkan imbauan tegas kepada para Cakades yang memenangkan kontestasi agar tidak bersikap euforia, sekaligus mengajak pihak yang belum terpilih untuk menyikapi hasil pemilu secara bijak dan legawa.

“Kemenangan dalam Pilkades bukanlah ajang euforia, melainkan pendelegasian amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. Pemimpin terpilih wajib menjaga integritas, merealisasikan janji politik, serta berkomitmen penuh menjauhi praktik korupsi maupun pelanggaran hukum lainnya,” ucap Syahrir menekankan.

Syahrir pun berharap keabsahan dan kepercayaan yang telah dimandatkan oleh warga desa dapat diwujudkan dalam bentuk tata kelola pemerintahan desa yang berkelanjutan.

“Semoga kepemimpinan kades terpilih dapat mendatangkan keberkahan dan kemajuan. Jalankan kepercayaan masyarakat ini dengan penuh tanggung jawab, dedikasi tinggi, serta konsistensi dan berkesinambungan dalam membangun desa yang kita cintai,” pesan Syahrir.

Apresiasi untuk Aparat dan Petugas TPS

Secara khusus, Syahrir mengapresiasi terciptanya Pilkades Damai berkat kerja keras aparat keamanan dari TNI-Polri serta jajaran petugas TPS di lapangan yang terus mengawal seluruh rangkaian tahapan di 154 desa penyelenggara Pilkades.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh aparat TNI-Polri, jajaran panitia, dan petugas TPS yang telah bekerja keras mengawal pesta demokrasi di 154 desa ini. Dedikasi serta profesionalisme mereka menjadi kunci utama terciptanya iklim kondusif dari awal tahapan, proses pemungutan, rekapitulasi suara, hingga jadwal resmi pelantikan kepala desa terpilih pada 4 November 2026 mendatang,” tutur Syahrir.

Partisipasi Pemilih 95 Persen

Di tempat terpisah, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memantau langsung proses pencoblosan setelah menyalurkan hak pilihnya di TPS 16 Digital Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan laporan lintas kecamatan, antusiasme warga memanfaatkan hak pilihnya sangat tinggi.

“Pelaksanaan pemungutan suara secara umum berjalan aman, tertib, dan terkendali dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi di berbagai TPS,” kata Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.

Tingginya angka kehadiran warga tersebut turut dikonfirmasi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi yang mencatat lonjakan jumlah pemilih aktif hingga mendekati angka sempurna di sejumlah wilayah.

“Beberapa laporan menyampaikan tingkat partisipasi masyarakat sangat memuaskan, ada yang mencapai 90 hingga 95 persen karena ikatan emosional pemilih dengan calon kadesnya sangat dekat,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi, Hudaya.

Pemkab Bekasi mengapresiasi kedewasaan berdemokrasi warga yang tetap menjaga ketertiban hingga seluruh tahapan simulasi dan rekapitulasi digital tuntas dilaksanakan.

“Dengan tingginya partisipasi dan kelancaran sistem ini, kita optimistis hasil Pilkades Serentak dapat membawa perubahan positif dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warga desa,” ujar Hudaya. (bda)