Anak Jalur Menantang Maut Bikin Konten Tewas Terseret Truk

BANDUNGASIA.com :  Seorang remaja tewas mengenaskan tertabrak dan terseret truk hingga 50 meter. Korban bersama seorang temannya nekat membuat konten video saat hujan mendadak berjalan ke tengah jalan raya Terusan Tol Soroja, Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis 2 Juni 2022, sekitar pukul 14.45 WIB, seperti terekam kamera video yang beredar di media sosial.

“Sesaat kemudian, tampak sebuah truk berwarna putih melaju dengan kecepatan cukup kencang. Bak menantang maut, bukannya menghindar, kedua remaja itu malah mencoba berhadapan dengan truk. Nahas, salah satu remaja tak bisa menghindari truk hingga akhirnya tertabrak dan terseret,” kata Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Rislam Harfian, dikutip dalam keterangannya, Sabtu 4 Mei 2022.

Menurutnya, korban warga Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung bernama Satrio dan berstatus sebagai pelajar.

“Anak remaja itu sengaja membuat konten video dengan menyetop kendaraan yang datang dari arah Gading Cingcin, sengaja ke tengah jalan, tapi karena truk yang disetop langsung bablas, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas,” jelas Rislam.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan di rumah sakit. Selain empat giginya rontok, korban juga mengalami retak di bagian tempurung kepala bagian belakang.

“Selain membawa korban ke rumah sakit, kita juga sedang memburu sopir truk warna putih itu yang melarikan diri saat kejadian,” jelasnya.

Aksi nekat mencegat truk yang membahayakan jiwa tersebut ternyata kerap dilakukan remaja di kawasan tersebut. Meski sudah diingatkan, bahkan diusir warga, namun mereka tak mengindahkannya.

“Sudah sering diingatkan, tapi mereka itu enggak mau mendengarkan,” ujar warga setempat, Iyan Nurdiana.

Dia pun berharap, polisi menertibkan aksi yang dilakukan remaja yang kerap disebut anak jalur itu. Selain berbahaya, aksi nekat itu pun sangat meresahkan para supir truk.

“Sangat meresahkan, banyak juga sopir yang turun, marah dan menghardik mereka, tapi anak-anak itu tetap saja bedegong (ngeyel). Kami mohon ditertibkan karena ini membahayakan,” katanya.(bda)