BANDUNGASIA.com : Pelukis Rustamadji Klaten, begitu disebutnya, karena ada pelukis Rustamadji Surabaya. Rustamadji pelukis otodidak yang tekun, ulet dan pekerja keras, semua itu terefleksi dalam karya karyanya. Rustamadji sebagai pelukis realis menekuni gayanya dengan sudut pandang pendekatan yang berbeda dengan pelukis realis lainnya. Rustamadji mengambil obyek lukisannya apa saja yang ada di sekitarnya. Dari dapur, kebun, alam sekitar, pemandangan gunung, kehidupan anak anak, suatu profesi sampai potret diri. Cara mengambil sudut pandang obyek yang dilukis Rusgamadji memiliki cara sendiri dari berbagai sudut yang tidak lazim dilakukan para pelukis realis lainnya. Lukidan tukang patri misalnya, disitu digambarkan banyak adegan yang melatarbelakanginya ada anak anak, ada hewan, ada delman, ada rumpun bambu. Apa yang disajikan Rustamadji tidak hanya satu dua figur. Lukisan pohon pisang yang dilukis ada buah daun kering, genting dengan bambu bambunya. Lukisan penjaual jamu gendong, yang dilatarbelakangi petani membajak sawah, gunung, jalan setapak dsb. Apa yang dilukis dengan apa adanya, alamiah tidak dibuat lebih indah atau lebih cantik. Tema tema sedeehana seperti pohon tanduk menjangan. Kelapa muda, nonton tv bersama , bisa juga nonton tv di rumah tetangga. Demikian halnya pemandangan alam, ia gambarkan seperti apa yang dilihatnya. Gambar pekerja diharmonikan dengan alam yang senyatanya. Lukisan pantai dengan nelayan sedang menjala ikan direfleksikan semangat hidup dan mencari kehidupan.
Di tangan Rustamadji, yang sederhana menjadi luar biasa. Energi Rustamadji dalam berkesenian dapat dipahami dari karya karyanya. Karya lukisnya memiliki kekuatan atau daya yang mampu menghidupkan atau menggerakkan memindahkan sesuatu ke dalam kanvas yang tidak terjebak figur maupun teknis.. Energi Rustamadji tumbuh dan berkembang di dalam hidup dan kehidupan. Rustamadji selain melukis, ia juga mematung, karya patung Sri Suktan HB IX, tergabung dalam pembangunan Tuga Muda semarang. Selain berkwsenian Rustamadji juga mendalami olah jiwa dalam spiritual.
Rustamadji dalam berkarya seolah melakukan komunikasi dari hati ke hati saling menghargai ruang atau peluang sebagai pemenuhan kebutuhan adab. Penghargaan atas manusia dan kemanusiaannya senantiasa direflekĺsikan melalui karya karyanya. core value di dalam hidup bersama. Sesuatu hidup dan kehidupan memerlukan energi baik baginke butuhan fisik maupun jiwa. Seni bagi Rustamadji merupakan energi yang mampu memberikan spirit hidup dalam kehidupan manusia sebagai mahkluk sosial. Walaupun seniman dalam berkarya secara pribadi/ perorangan. Seni akan menjadi jembatan dialog antara rasa yang mewakili indera hati yg mewakili jiwa. Manusia hidup dari roh atau kekuatan yang tak nampak namun ada. Bahkan tatkala roh itu pergi maka raga akan menjadi onggokkan belaka. Seni akan menjadi harmoni dan bagian dari pemenuhan kebutuhan adab. Seni memerlukan cinta dan rasa untuk bertahan tumbuh dan berkembang. Memahami karya seni Rustamadji memerlukan pemahaman melalui dialog atau komunikasi, penghayatan maupun kontemplasi. Menikmati karya Rustamadji seakan ada energi yang tertransformasi ke dalam jiwa, yang menunjikan cipta karsa dan karyanya. (Chrysnanda Dwilaksana)
Menjelang tengah malam di Tegal Parang 060223