Pelukis Zaini di Mata Saya

BANDUNGASIA.com : Literasi seni rupa tentang pelukis Zaini sangat terbatas. Zaini lahir th 1924  meninggal dunia th 1977. Zaini diingat orang sebagai “pelukis puisi dalam kanvas”. Karya karyanya tidak sebatas dalam kanvas yang dipajang pada galeri galeri namun ia juga menjadi ilustrator dalam berbagai buku pelajaran. Setiap bulan pada masanya ada karya Zaini di majalah HORISON.

Lukisan Zaini walau dalam gaya abstrak, namun ia mengambil model sederhana dari kehidupan sehari hari. Kita bisa melihat karya, perahu, udang, kambing, pemandangan dsb. Ada yang mencatat atau mengisahkan bahwa,
Zaini punya kebiasaan hanya mencantumkan namanya di lukisan saat lukisan terjual atau dipameran. Tidak ada yang mengetahui bgm dengan lukisan lukisannya dia yang belum ditanda tangani paska meninggalnya.

Seni refleksi kecerdasan. Karya Zaini  sarat dengan imajinasi. Imajinasi inilah kekuatan jiwa yang menjadi tanda atas karyanya.  Imajinasi Zaini dalam karya abstraknya seakan menyederhanakan, sejatinya ka membuat model, menjabarkan bahkan mendetailkan. Muncul lukisan puisi di atas kanvas. Seni sebagai jembatan peradaban dan solusi atas berbagai kebuntuan kehidupan. Mungkin saja di situlah zaini memilih obyek obyek yang sederhana  sebagai solusi atau setidaknya jalan tengah untuk win win solution melalui karya karyanya.

Kemampuan Zaini dalam mengemas obyek dalam garis warna merefleksikan simbol dan pemaknaan atas hidup dan kehidupan. Seolah Zaini ingin menunjukkan atau mengurai makna di balik suatu fenomena. Menurut saya dari karya karya Zaini ada suatu pesan hidup dan kehidupan. Seni memerlukan kepiawaian membangun atau menunjukkan sesuatu yang ikonik dari yang realis menjadi abstrak. Sekalipun dilakukan di alam bawah sadar atau melepas belenggu ataupun memerdekakan.

Baca juga:

Affandi di Mata Saya

Seni menunjukkan manusia ada hidup berpikir tumbuh dan berkembang. Seni berkembang dalam gaya hidup yang menunjukkan cipta karsa dan karya yang merefleksikan kebudayaan.

Zainiemang telah tiada namun spirit kesenimanannya terus bergerak tidak lekang tergerus zaman.  Lagi lagi seni budaya dan peradaban akan hidup seiring tumbuh berkembang untuk terus menjaga kehidupan, membangun peradaban dan memperjuangkan agar manusia semakin manusiawi.

Sultan 090223