Jabar dan Banten Dikepung Banjir, BNPB Ingatkan Potensi Pohon Tumbang saat Hujan Angin

BANDUNGASIA.com : Intensitas hujan yang tinggi di awal tahun 2026 memicu serangkaian bencana banjir di wilayah Jawa Barat dan Banten sekitarnya. BNPB mencatat, banjir rob di pesisir Subang serta luapan sungai di Pandeglang dan Cilegon menjadi fokus penanganan darurat hingga Ahad (4/1/2025).

Berdasarkan data kaji cepat BPBD, banjir rob di Subang merendam Desa Legonkulon, Legon Wetan, Mayang, dan Muara. Tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi dengan TMA (Tinggi Muka Air) bervariasi antara 20 hingga 70 cm.

Menanggapi situasi ini, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., meminta masyarakat untuk lebih proaktif dalam menyiapkan langkah evakuasi mandiri.

“Masyarakat harus mulai menyiapkan kebutuhan darurat seperti dokumen penting dan obat-obatan. Apabila terjadi kenaikan tinggi muka air yang signifikan, segera tingkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan keluarga,” ungkap Abdul Muhari dalam keterangannya, Ahad (4/1/2026).

Muhari menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor di tingkat daerah.

“Pemerintah daerah harus memastikan kesiapan infrastruktur dan respons cepat saat kondisi darurat. Koordinasi yang kuat dengan masyarakat adalah kunci untuk melindungi warga dari dampak bencana yang lebih luas,” tegasnya.

Hingga saat ini, BPBD di masing-masing wilayah terdampak masih terus melakukan pendataan dan evakuasi guna memastikan keselamatan warga di titik-titik banjir. [wal]