BANDUNGASIA.COM : Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.Pol, menyoroti urgensi penyerapan tenaga kerja ke luar negeri menyusul tingginya angka pengangguran di Jabar yang menyentuh 1,78 juta orang. Syahrir menegaskan bahwa pasar kerja internasional seperti Turki adalah peluang strategis.
“Target kita adalah menurunkan persentase pengangguran Jabar yang saat ini menduduki posisi ketiga tertinggi nasional,” jelas Syahrir saat dikonfirmasi kegiatan “Merhaba Tasikmalaya” kolaborasi Pemkab Tasikmalaya, Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) dan Migran Indonesia Asisten (MIA), lebih dari 500 peserta mengikuti interview langsung untuk sektor perhotelan dan pabrik di Turki yang digelar di Gedung Islamic Center Tasikmalaya, Rabu (14/1/2026).
Syahrir memuji sinergi antara pemerintah daerah dengan asosiasi jasa tenaga kerja yang mampu melakukan seleksi profesional secara langsung, sehingga mempermudah akses bagi putra-putri daerah untuk bersaing di level Asia dan Eropa.
Menurut Syahrir, inisiatif ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membuka satu juta lapangan kerja ke luar negeri. Hal itu ia sampaikan di sela agenda “Merhaba Tasikmalaya” Job Fair Turki, sebuah ajang rekrutmen sektor perhotelan dan manufaktur, menyedot antusiasme luar biasa, di mana lebih dari 500 peserta calon pekerja langsung mengikuti proses interview.
“Untuk satu kabupaten saja, calon pekerja migran sudah lebih dari 500 orang yang ikut interview dalam sehari. Jika dalam setahun diadakan empat kali, maka ada sekitar 2.000 calon pekerja dari satu wilayah,” papar legislator dari Fraksi Gerindra tersebut.
Lebih lanjut Syahrir memberikan rincian matematis mengenai dampak besar program ini jika diterapkan secara masif di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Jika dikalikan 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, maka bisa terserap 54 ribu pekerja migran. Ini setara dengan mengurangi 5,4 persen angka pengangguran di Jawa Barat,” jelasnya.
Data menunjukkan bahwa saat ini Jawa Barat menduduki posisi ketiga tertinggi nasional dalam hal pengangguran dengan persentase 6,77%, atau menyentuh angka 1,78 juta orang.
Syahrir mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, APJATI, dan MIA terus diperkuat. Ia mencontohkan langkah proaktif yang telah dilakukan Cabang Dinas Pendidikan (CADISDIK) Wilayah III Jawa Barat yang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, pada Selasa (13/1/2026).
“Sosialisasi dengan sekolah-sekolah merupakan embrio lahirnya pekerja migran yang kompeten. Ini adalah solusi jangka pendek dan menengah yang efektif untuk mengurangi beban pengangguran kita yang cukup besar,” ujar Syahrir. (yug)