Pemkot Bandung Mutasi 169 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Pesan Wali Kota

BANDUNGASIA.com : Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, resmi melantik 169 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung, Rabu (22/4/2026). Pelantikan ini mencakup 136 pejabat struktural, 15 Kepala Puskesmas, serta 18 pejabat fungsional sebagai langkah penyegaran organisasi dan penguatan kinerja birokrasi.

“Ini adalah kepercayaan negara, pemerintah daerah, dan masyarakat. Oleh karena itu, integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas,” ujar Muhammad Farhan dalam sambutannya.

Farhan menegaskan bahwa rotasi, mutasi, serta promosi jabatan adalah dinamika yang wajar dalam birokrasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia mengingatkan bahwa kuat atau lemahnya integritas seorang aparatur sipil negara (ASN) akan menjadi cermin utama yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“Jabatan yang diemban harus dijalankan secara profesional, adaptif, dan penuh semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Dalam arahannya, Wali Kota meminta seluruh pejabat baru untuk menyelaraskan program kerja dengan visi pembangunan Kota Bandung 2029 yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.

Farhan memberikan perhatian khusus kepada camat dan lurah yang menjadi ujung tombak pelayanan agar senantiasa menjalin sinergi kuat dengan perangkat daerah lainnya.

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari yang lain. Semua adalah bagian dari sistem pemerintahan yang terintegrasi. Kuncinya adalah komunikasi dan kolaborasi,” tutur Farhan.

Selain aspek kinerja lapangan, Farhan turut menyoroti etika komunikasi di era digital.

Farhan berpesan agar para pejabat lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat setiap informasi yang disampaikan oleh aparatur pemerintah memiliki dampak besar terhadap persepsi dan kepercayaan publik.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai informasi yang tidak tepat justru merusak kepercayaan masyarakat,” tegasnya mengakhiri sambutan. (ami)