BANDUNGASIA.com : Kesebelasan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat akhirnya memastikan satu tempat di babak perempat final Liga Sabrengna Piala Gubernur 2026. Kepastian ini diraih setelah tim berjuluk “Skuad Radjiman 6” tersebut menumbangkan perlawanan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar dengan skor 2-0 pada babak 16 besar di Lapangan IPDN Jatinangor, Selasa (21/4/2026).
“Kemenangan di babak gugur ini adalah buah kesabaran dan kerja keras tim. Setelah sempat harap-harap cemas di fase grup, hari ini kami membuktikan kelayakan kami berada di delapan besar,” ujar salah satu ofisial tim di pinggir lapangan.
Dua gol kemenangan Disdik ke gawang BPKAD dilesakkan oleh Andri Kamnuron dan Andi Ahmad. Hasil positif ini membawa Disdik Jabar melenggang ke fase selanjutnya untuk menghadapi kesebelasan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar dalam perebutan tiket semifinal.
“Kami tidak ingin cepat puas. Fokus langsung beralih ke laga melawan Bapenda. Strategi akan dimatangkan karena intensitas di perempat final pasti jauh lebih tinggi,” ungkap kapten tim usai laga.
Penampilan pimpinan Disdik Jabar menjadi sorotan dalam laga 16 besar tersebut. Kadisdik Jabar, Purwanto, tampil ciamik dengan peran sentral dalam terciptanya gol pertama.
Sementara itu, Sekdisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat, juga memberikan ancaman serius melalui peluang emas di depan kotak penalti lawan.
“Kehadiran pimpinan yang ikut berkeringat di lapangan memberikan suntikan moral luar biasa bagi para staf. Ini bukan sekadar bola, tapi soal soliditas organisasi,” kata seorang pemain Disdik.
Langkah Disdik menuju babak 16 besar sebelumnya sempat diwarnai drama “menunggu nasib”. Pada laga pamungkas grup di Stadion Arcamanik (14/4/2026), Disdik sukses menggilas DPMPTSP dengan skor 4-1 melalui gol Dadan, Andi Ahmad, Heru, dan Farhan. Namun, kemenangan itu sempat membuat tim cemas karena mereka harus bersaing di jalur runner-up terbaik.
“Waktu itu kami berada di posisi terbawah klasemen runner-up terbaik dengan poin 3. Kami harus menunggu hasil grup lain dengan penuh doa agar bisa lolos ke fase gugur,” kenang perwakilan tim mengenai situasi dramatis sepekan lalu.
Berdasarkan regulasi, hanya enam dari sepuluh runner-up yang berhak lolos ke babak 16 besar. Beruntung, hasil pertandingan di grup lain memihak Disdik Jabar sehingga mereka tetap melaju dan akhirnya sukses membungkam BPKAD meski laga sempat terhenti sejenak akibat insiden kecil di pinggir lapangan.
“Tadi sempat ada insiden di pinggir lapangan yang menunda laga, tapi sportivitas tetap dijaga. Kini kami resmi berada di perempat final dan siap memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan Jabar,” pungkas petugas pertandingan di Lapangan IPDN. (bda)