DPRD Jabar Upayakan Fasilitas Pesantren di Jawa Barat

BANDUNGASIA.com : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Acep Jamaludin, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk berperan aktif dalam memfasilitasi penyelenggaraan Pesantren sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren. Mengingat, ada 15.600 Pondok Pesantren di Jawa Barat yang perlu diberdayakan seluruh kebutuhannya.

“Saya mendorong Pemprov Jabar untuk lebih aktif memfasilitasi pesantren, karena masih ada 15.600 yang perlu diperkuat dan diberdayakan,” kata Acep pada kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Tahun Anggaran 2024-2025, di Pondok Pesantren Al – Mas’udyah, Kota Cimahi, Sabtu 9 Agustus 2025.

Menurutnya, bahwa seluruh pesantren, salah satunya Pesantren Al – Mas’udyah masih memerlukan berbagai fasilitas yang memadai untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar, sekaligus mendukung kenyamanan serta kebutuhan kehidupan para santri sehari-hari.

“Pesantren Al – Mas’udyah memerlukan berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar dan kehidupan santri, seperti asrama, masjid, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, aula serbaguna, dan lapangan olahraga,” ujar Acep.

Sebagaimana diketahui, kata Acep, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan dan pengakuan terhadap peran strategis pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Perda ini mengatur berbagai aspek, mulai dari pembinaan, pengembangan, bantuan sarana prasarana, pendanaan dari APBD maupun sumber sah lainnya, hingga mekanisme koordinasi, sinergi, monitoring, dan evaluasi, dengan tujuan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pesantren sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan daerah.

“Perda ini menjadi landasan hukum agar pesantren mendapat perhatian lebih, mulai dari bantuan operasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan peran pesantren dalam pembangunan daerah. Saya berharap semua pesantren di Jawa Barat bisa maju dan berkembang tanpa meninggalkan tradisi serta ciri khasnya,” ujar Acep. (bda)