BandungAsia.com : Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Berita Resmi Statistik yang menunjukkan stabilitas ekonomi Kota Bandung di penghujung tahun 2025. Dengan inflasi tahunan (y-to-d) sebesar 2,69 persen, Bandung mencatatkan diri sebagai daerah dengan inflasi terendah kelima di tingkat Jawa Barat, berada di bawah rata-rata nasional sebesar 2,92 persen.
“Sepanjang 2025, emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,72 persen, disusul bahan bakar rumah tangga sebesar 0,32 persen dan cabai rawit sebesar 0,21 persen,” demikian BPS Kota Bandung dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
Pada Desember 2025, Bandung mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,51 persen yang dipicu oleh lonjakan harga komoditas pangan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Meskipun terjadi kenaikan harga pada cabai rawit, tekanan inflasi di Bandung secara umum dinilai masih dalam batas aman bagi daya beli masyarakat.
” Secara month-to-month, pada Desember 2025 Kota Bandung mengalami inflasi sebesar 0,51 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,64 persen,” tulis rilis statistik tersebut.
Di sisi lain, performa industri perhotelan menunjukkan kinerja impresif dengan TPK hotel bintang mencapai 63,84 persen. Mobilitas masyarakat yang tinggi dan aktivitas bisnis yang kembali pulih menjadi pendorong utama menguatnya okupansi hotel di Kota Bandung dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
” Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Kota Bandung pada November 2025 mencapai 58,86 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata TPK Jawa Barat maupun nasional,” pungkas laporan BPS. (arh)