BANDUNGASIA.COM : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Jawa Barat dalam kurun waktu 12 Januari hingga 13 Februari 2026. Fokus penanganan saat ini meliputi pendataan dampak, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pencarian korban hilang.
“BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, pendataan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat (13/2/2026).
Di Kabupaten Bandung, banjir melanda Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, pada Kamis (12/2) dini hari pukul 01.25 WIB. Insiden ini berdampak pada 280 KK atau sekitar 600 jiwa.
Meski sempat melumpuhkan aktivitas, air dilaporkan cepat surut pada hari yang sama sehingga warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
“BPBD Kabupaten Bandung segera diturunkan untuk melakukan pendataan dan evakuasi. Saat ini akses jalan utama telah dapat dilalui, listrik kembali menyala, dan masyarakat mulai membersihkan sisa banjir,” tambahnya.
Sementara itu, situasi lebih genting dilaporkan dari Kabupaten Subang. Hujan deras memicu luapan Sungai Ciasem yang merendam pemukiman dan lahan pertanian. Seorang warga Desa Parung diduga hanyut terbawa arus saat pulang dari sawah pada Rabu (11/2) sore, dan hingga kini proses pencarian masih berlangsung.
“Upaya pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Damkar hingga relawan. Selain satu korban hilang, tercatat 10 hektar persawahan warga terdampak luapan sungai,” jelas Abdul Muhari.
Bencana serupa juga melanda Kabupaten Kuningan, tepatnya di Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin. Luapan Sungai Cijurey akibat curah hujan tinggi merendam sedikitnya 50 rumah warga pada Rabu (11/2). Meski air telah surut pada Kamis pagi, material lumpur masih menjadi kendala utama bagi warga setempat.
“Kondisi mutakhir luapan air sungai telah surut namun masih meninggalkan sisa lumpur. Dibantu aparat desa, masyarakat melakukan pembersihan material lumpur secara mandiri,” pungkasnya. (yug)